Contoh2: tuliskan persamaan reaksi antara larutan asam posfat dengan larutan kalium hidroksida yang menghasilkan larutan kalium posfat dan air. 1. Tuliskan persamaan reaksi belum setara. H 3 PO 4 + KOH -> K 3 PO 4 + H 2 O. 2. Setarakan jumlah sisa basa (logam) pada garam: yaitu K. H 3 PO 4 + 3 KOH -> K 3 PO 4 + H 2 O. 3. Karenarektan adalah basa lemah dan asam kuat maka reaksi akan terjadi pada saat penambahan asam. Persamaan reaksi yang terjadi, yaitu : B + H + → BH + Pada titrasi basa lemah dengan asam kuat juga terdapat 4 (empat) bagian yang menjadi perhatian dalam perhitungan pH. 1. Dalamtitrasi ini, kita dapat menggunakan larutan standar asam dan larutan standar basa. Pada prinsipnya, reaksi yang terjadi adalah reaksi netralisasi yaitu : Reaksi netralisasi terjadi antara ion hidrogen sebagai asam dengan ion hidroksida sebagai basa dan membentuk air yang bersifat netral. Berdasarkan konsep lain reaksi netralisasi dapat Dilansirdari Encyclopedia Britannica, pada titrasi asam dan basa terjadi reaksi netralisasi. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Diketahui reaksi: H+ + CN- → HCN Pernyataan berikut yang benar mengenai reaksi di atas adalah? beserta jawaban penjelasan dan pembahasan lengkap. Titrasiasam basa adalah serangkaian proses penentuan kadar yang terjadi pada suatu larutan basa yang memperggunakan larutan asam yang akan diketahui kadarnya. Dimana kadar larutan asam dan larutan basa dapan diketahui dengan didasarkan pada reaksi netralisasi. Istilah dalam Titrasi Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s. Cara kerjaTitrasi asam basa adalah suatu prosedur untuk menentukan kadar pH suatu larutan asam/basa berdasarkan reaksi asam basa. Kadar larutan asam dapat ditentukan dengan menggunakan larutan basa yang sudah diketahui kadarnya, dan sebaliknya kadar larutan basa dapat ditentukan dengan menggunakan larutan asam yang sudah diketahui kadarnya. Titrasi yang menyandarkan pada jumlah volum larutan disebut titrasi volumetri. Pengukuran volum diusahakan setepat mungkin dengan menggunakan alat-alat, seperti buret dan pipet yang akan dicari kadarnya dimasukkan ke dalam labu erlemeyer, sementara larutan yang sudah diketahui kadarnya dimasukkan ke dalam buret. Sebelum memulai titrasi, larutan yang akan dititrasi ditetesi larutan indikator. Jenis indikator yang digunakan disesuaikan dengan titrasi yang dilakukan, misalnya Fenolftalein untuk titrasi asam kuat oleh basa teknis, titrasi dilakukan dengan cara mereaksikan sedikit demi sedikit larutan penitrasi melalui buret, ke dalam larutan yang akan dititrasi dalam labu erlemeyer. Penambahan dilakukan terus menerus sampai kedua larutan tepat habis bereaksi yang ditandai dengan berubahnya warna pada saat terjadi perubahan warna indikator disebut titik akhir titrasi. Titik akhir titrasi diharapkan mendekati titik ekuivalen titrasi, yaitu kondisi pada saat larutan asam habis bereaksi dengan larutan basa. Pendekatan antara titik akhir titrasi dan titik ekuivalen titrasi bergantung pada pH perubahan warna dari larutan indikator. Jika perubahan warna indikator terletak pada pH titik ekuivalen, maka titik akhir titrasi sama dengan titik ekuivalen. Akan tetapi, jika perubahan warna terjadi setelah penambahan larutan penitrasi yang berlebih, maka titik akhir titrasi berbeda dengan titik ekuivalen. Perbedaan antara titik akhir titrasi dengan titik ekuivalen disebut kesalahan titrasi. Besar kecilnya kesalahan titrasi ditentukan oleh pemilihan indikator. Jika indikator yang digunakan tepat, maka kesalahan titrasinya kecil. - Titrasi asam basa adalah proses penentuan kadar suatu larutan basa maupun larutan asam dengan menggunakan larutan asam ataupun larutan basa yang diketahui jumlah kadarnya dan didasarkan kepada reaksi neutralisasi. Dikutip dari laman BPMPK-KEMDIKBUD, titrasi merupakan suatu metode kimia yang digunakan untuk menentukan suatu analit senyawa kimia yang menjadi target analisis. Secara sederhana, titrasi dimaknai dengan suatu perubahan yang terjadi secara bertahap pada suatu larutan yang tidak diketahui konsetrasinnya terhadap suatu larutan yang diketahui konsentrasinya hingga proses reaksi kimia pada kedua larutan tersebut selesai. Pada proses terjadinya titrasi asam basa, terdapat keterlibatan reaksi neutralisasi, yaitu reaksi yang terjadi ketika larutan asam dan basa berada dalam jumlah konsentrasi yang ekuivalen. Zat dititrasi titran merupakan larutan yang ditempatkan di erlenemeyer dan tidak diketahui jumlah konsentrasinya. Sedangkan, zat peniter titrat adalah larutan baku yang sudah diketahui jumlah konsentrasinya dan dimasukan ke dalam buret. Prinsip Titrasi Asam Basa Titrasi asam basa melibatkan dua jenis larutan, yaitu larutan basa dan larutan asam yang dapat menempati dua peran sebagai zat dititrasi titran dan zat peniter titrat. Titrasi asam basa ditentukan berdasarkan kepada proses terjadinya rekasi penetralan. Hal tersebut berarti, bahwa kadar asam ditentukan dengan larutan basa, sedangkan kadar larutan basa ditentukan oleh larutan asam. Untuk memaksimalkan proses titrasi asam basa, maka ketika proses pemberian titran ke dalam larutan titrat harus memiliki sebuah indikator pengukuran. Hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan jumlah pemberian titran yang cukup. Sehingga, dapat mencapai konsetrasi dari larutan asam-basa yang ekuivalen. Indikator yang dibutuhkan dapat menggunakan zat kimia. Zat tersebut nantinya akan memberikan warna yang berubah bila terdapat pemberian zat titran yang berlebihan saat proses titrasi. Indikator asam basa terbuat dari asam atau basa organik lemah. Indikator dapat melakukan melakukan perubahan warna jika berada dalam kondisi terdisosiasi dan tidak terdisosiasi. Perubahan warna pada indikator dapat terjadi maupun tidak ketika larutan asam dan basa memenuhi konsentrasi yang ekuivalen. Tahapan akhir dari proses titrasi terjadi setelah indikator mengalami perubahan warna. Titik ekuivalen dalam proses titrasi asam basa terjadi ketika jumlah mol asam sama dengan jumlah mol basa. Secara sederhana, zat titran dan zat titrat akan habis tereaksi dalam proses titrasi. Jenis Titrasi Asam Basa Titrasi asam basa memiliki beberapa jenis berdasarkan kekuatan dari asam maupun basanya. Dikutip dari modul Paket Keahlian Kimia Kesehatan oleh Kemendikbud 201647-48, adapun pengertian secara mendalam mengenai jenis titrasi asam basa sebagai berikut 1. Titrasi asam kuat-basa kuatPada terjadinya proses titrasi asam kuat dan basa kuat, maka kedua larutan akan terionisasi secara sempurna. Hal tersebut, disebabkan karena asam kuat dan basa kuat termasuk ke dalam larutan dengan kemampuan elektrolit kuat. Sehingga memungkinkan terjadinya ionisasi sempurna di dalam air. 2. Titrasi asam kuat-basa lemahPada terjadinya proses titrasi asam kuat dan basa lemah, maka basa lemah tidak akan terionisasi secara sempurna. Hal tersebut, disebabkan karena basa lemah masuk ke dalam larutan dengan kemampuan elektrolit rendah. Sehingga, garam yang dihasilkan dalam proses tersebut akan lebih dominan bersifat asam. 3. Titrasi asam lemah-basa kuatPada terjadinya proses titrasi asam lemah dan basa kuat, maka asam lemah tidak akan terionisasi secara sempurna. Hal tersebut disebabkan karena asam lemah masuk ke dalam larutan dengan kemampuan elektrolit rendah. Sehingga, garam yang dihasilkan dalam proses tersebut akan lebih dominan bersifat basa. 4. Titrasi asam lemah-basa lemahUntuk titrasi menggunakan asam lemah-basa lemah jarang dilakukan, karena larutan akan mengalami perubahan pH yang sangat singkat. Kemudian, belum ada indikator yang dapat mengukur secara cermat perubahan dalam proses titrasi asam lemah dan basa lemah. Selain itu, proses reaksi terjadi secara lambat dan tidak juga Rangkuman Asam Basa Apa Itu Kertas Lakmus dalam Uji Keasaman Bahan Rangkuman Kimia Teori Asam Basa Bronsted-Lowry dan Rumusnya Rumus Kekuatan Asam Basa Kuat & Lemah serta Contoh Senyawanya - Pendidikan Kontributor Syamsul Dwi MaarifPenulis Syamsul Dwi MaarifEditor Maria Ulfa Stoikiometri Reaksi dan Titrasi Asam – Basa 1. Stoikiometri Stoikiometri berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata stoicheion yang berarti unsur dan metron yang berarti mengukur. Stoikiometri membahas tentang hubungan massa antarunsur dalam suatu senyawa stoikiometri senyawa dan antarzat dalam suatu reaksi stoikiometri reaksi. Pengukuran massa dalam reaksi kimia dimulai oleh Antoine Laurent Lavoisier 1743 – 1794 yang menemukan bahwa pada reaksi kimia tidak terjadi perubahan massa hukum kekekalan massa. Selanjutnya Joseph Louis Proust 1754 – 1826 menemukan bahwa unsur-unsur membentuk senyawa dalam perbandingan tertentu hukum perbandingan tetap. Selanjutnya dalam rangka menyusun teori atomnya, John Dalton menemukan hukum dasar kimia yang ketiga, yang disebut hukum kelipatan perbandingan. Ketiga hukum tersebut merupakan dasar dari teori kimia yang pertama, yaitu teori atom yang dikemukakan oleh John Dalton sekitar tahun 1803. Menurut Dalton, setiap materi terdiri atas atom, unsur terdiri atas atom sejenis, sedangkan senyawa terdiri dari atom-atom yang berbeda dalam perbandingan tertentu. Namun demikian, Dalton belum dapat menentukan perbandingan atom – atom dalam senyawa rumus kimia zat. Penetapan rumus kimia zat dapat dilakukan berkat penemuan Gay Lussac dan Avogadro. Setelah rumus kimia senyawa dapat ditentukan, maka perbandingan massa antaratom Ar maupun antarmolekul Mr dapat ditentukan. Pengetahuan tentang massa atom relatif dan rumus kimia senyawa merupakan dasar dari perhitungan kimia. 2. Titrasi asam basa Titrasi asam-basa sering disebut juga dengan titrasi netralisasi. Dalam titrasi ini, kita dapat menggunakan larutan standar asam dan larutan standar basa. Pada prinsipnya, reaksi yang terjadi adalah reaksi netralisasi yaitu Reaksi netralisasi terjadi antara ion hidrogen sebagai asam dengan ion hidroksida sebagai basa dan membentuk air yang bersifat netral. Berdasarkan konsep lain reaksi netralisasi dapat juga dikatakan sebagai reaksi antara donor proton asam dengan penerima proton basa. Dalam menganalisis sampel yang bersiaft basa, maka kita dapat menggunakan larutan standar asam, metode ini dikenal dengan istilah asidimetri. Sebaliknya jika kita menentukan sampel yang bersifat asam, kita akan menggunkan lartan standar basa dan dikenal dengan istilah alkalimetri. Dalam melakukan titrasi netralisasi kita perlu secara cermat mengamati perubahan pH, khususnya pada saat akan mencapai titik akhir titrasi, hal ini dilakukan untuk mengurangi kesalahan dimana akan terjadi perubahan warna dari indikator lihat Gambar Gambar Titrasi alkalimetri dengan larutan standar basa NaOH Analit bersifat asam pH mula-mula rendah, penambahan basa menyebabkan pH naik secara perlahan dan bertambah cepat ketika akan mencapai titik ekuivalen pH=7. Penambahan selanjutnya menyebakan larutan kelebihan basa sehingga pH terus meningkat. Dari Gambar juga diperoleh informasi indikator yang tepat untuk digunakan dalam titrasi ini dengan kisaran pH pH 7 – 10 Tabel Tabel Indikator dan perubahan warnanya pada pH tertentu Pamanfaatan teknik ini cukup luas, untuk alkalimetri telah dipergunakan untuk menentukan kadar asam sitrat. Titrasi dilakukan dengan melarutkan sampel sekitar 300 mg kedalam 100 ml air. Titrasi dengan menggunakan larutan NaOH N dengan menggunakan indikator phenolftalein. Titik akhir titrasi diketahui dari larutan tidak berwarna berubah menjadi merah muda. Selain itu alkalimetri juga dipergunakan untuk menganalisis asam salisilat, proses titrasi dilakukan dengan cara melarutkan 250 mg sampel kedalam 15 ml etanol 95% dan tambahkan 20 ml air. Titrasi dengan NaOH N menggunakan indikator phenolftalein, hingga larutan berubah menjadi merah muda. Teknik asidimetri juga telah dimanfaatkan secara meluas misalnya dalam pengujian boraks yang seringa dipergunakan oleh para penjual bakso. Proses analisis dilakukan dengan melaruitkan sampel seberat 500 mg kedalam 50 mL air dan ditambahkan beberapa tetes indikator metal orange, selanjutnya dititrasi dengan HCl N. v Persamaan Ion Persamaan ion melibatkan larutan yang bersifat elektrolit. Zat elektrolit kuat dituliskan dalam bentuk ion-ionnya sedangkan untuk elektrolit lemah tetap dituliskan dalam bentuk molekulnya atau senyawa netralnya. Contoh 1 Reaksi antara gas karbondioksida dengan larutan natrium hidroksida membentuk larutan natrium karbonat dan air. Contoh 2 v Berbagai macam zat yang terkait dengan reaksi dalam larutan elektrolit a Senyawa Asam b Senyawa Basa c Senyawa Garam d Oksida Asam Adalah suatu senyawa yang tersusun oleh unsur non logam dengan unsur oksigen = oksida non logam Oksida asam disebut juga anhidrida asam, karena merupakan bagian dari asam setelah melepas molekul air. Misalnya Contoh SO2; SO3; N2O3; CO2 e Oksida Basa Adalah suatu senyawa yang tersusun oleh unsur logam dengan unsur oksigen = oksida logam Contoh Na2O; CaO; MgO f Logam Merupakan spesi yang melepas elektron. v Senyawa-Senyawa Hipotetis Adalah senyawa-senyawa yang tidak stabil akan mengalami penguraian lebih lanjut. a Senyawa Asam Misalnya b Senyawa Basa Misalnya c Senyawa Garam Misalnya v Deret Kereaktifan Logam Kereaktifan logam tergantung pada kemudahannya untuk melepaskan elektron. Unsur-unsur di sebelah kiri hidrogen lebih reaktif daripada unsur-unsur di sebelah kanan hidrogen. v Reaksi Pembentukan Endapan Semua asam mudah larut dalam air; sedangkan basa dan garam ada yang mudah larut, ada pula yang sukar larut dalam air. Semua garam natrium, kalium, amonium, nitrat dan asetat mudah larut dalam air. Jika 2 larutan elektrolit direaksikan dan dimungkinkan bertemunya 2 ion yang dapat menghasilkan senyawa yang sukar larut, maka senyawa tersebut akan mengendap. Contoh v Tabel Kelarutan Beberapa Senyawa Ion dalam Air No Senyawa Kelarutan Keterangan 1 Nitrat NO3- Semua larut 2 Asetat CH3COO- Semua larut Kecuali Ag+; Hg22+;Bi3+ 3 Klorida Cl- Semua larut Kecuali Ag+; Hg22+;Pb2+;Cu+ 4 Bromida Br- Semua larut Kecuali Ag+; Hg22+;Pb2+ 5 Iodida I- Semua larut Kecuali Ag+; Hg22+;Pb2+; Bi3+ 6 Sulfat SO42- Semua larut Kecuali Pb2+;Ba2+;Sr2+;Ca2+ 7 Klorat ClO3- Semua larut 8 Na+; K+; NH4+ Semua larut 9 PbCl2; PbBr2; PbI2 Mudah larut dalam air panas 10 Sulfida S2- Semua tidak larut Semua sulfida dari IA dan IIA kecuali Be; NH4+ 11 Fosfat PO43- Semua tidak larut Kecuali Na+; K+; NH4+ 12 Karbonat CO32- Semua tidak larut Kecuali Na+; K+; NH4+ 13 Oksalat C2O42- Semua tidak larut Kecuali Na+; K+; NH4+ 14 Oksida O2- Semua tidak larut Kecuali Na+; K+; Ba2+; Sr2+; Ca2+ 15 Hidroksida OH- Semua tidak larut Kecuali Na+; K+; Ba2+; Sr2+; Ca2+; NH4+ v Reaksi Pergantian Dekomposisi Rangkap Secara umum Senyawa AB dan CD reaktan dapat berupa asam, basa maupun garam. Reaksi dapat berlangsung jika senyawa AD atau CB produk reaksi atau keduanya memenuhi paling tidak 1 kriteria yaitu v Sukar larut dalam air mengendap. v Merupakan senyawa yang tidak stabil hipotetis. v Merupakan elektrolit yang lebih lemah dari AB atau CD reaktan. v Reaksi antara Logam dengan Asam Kuat Encer Secara umum Reaksi dapat terjadi karena ion H+ dari asam akan menyerap elektron dari logam logam mereduksi ion H+ Logam-logam yang dapat mereduksi ion H+ terletak di sebelah kiri unsur H dalam Deret Kereaktifan Logam. Contoh v Reaksi Logam dengan Garam Secara umum Reaksi logam dengan garam merupakan reaksi pendesakan logam L mendesak logam M. Reaksi hanya akan berlangsung jika logam L terletak di sebelah kiri logam M dalam deret kereaktifan logam. Contoh Hitungan Stoikiometri yang Melibatkan Campuran Jika suatu campuran direaksikan, maka masing-masing komponen mempunyai persamaan reaksi sendiri. Langkah-langkah penyelesaiannya § Menuliskan persamaan reaksi yang setara untuk masing-masing komponen campuran. § Memisalkan salah 1 komponen campuran dengan variabel a – z, maka komponen lainnya = selisihnya. § Menentukan jumlah mol masing-masing komponen. § Menentukan jumlah mol zat lain yang diketahui. § Membuat persamaan untuk menentukan nilai variabel. § Menyesuaikan jawaban dengan pertanyaan. Contoh soal Sebanyak 5,1 gram campuran CaO dan CaOH2 memerlukan 150 mL larutan asam klorida 1 M. Tentukan susunan/ komposisi campuran tersebut! Mr. CaO = 56; CaOH2 = 74. Titrasi Asam – Basa o Reaksi netralisasi asam-basa dapat digunakan untuk menentukan kadar konsentrasi larutan asam atau basa. o Sejumlah tertentu larutan asam dititrasi dengan larutan basa sampai mencapai titik ekuivalen asam dan basa tepat habis bereaksi. o Jika salah 1 larutan diketahui molaritasnya, maka molaritas larutan yang lain, dapat dihitung dengan rumus o V1 x M1 . a = V2 x M2 . b a = valensi larutan penitrasi b = valensi larutan yang dititrasi o Titik ekuivalen dapat diketahui dengan menambahkan suatu indikator. o Indikator akan berubah warna di sekitar titik ekuivalen. o Titrasi dihentikan pada saat indikator menunjukkan perubahan warna keadaan ini disebut = titik akhir titrasi. o Kurva titrasi dibedakan menjadi 3 yaitu kurva titrasi antara a Asam kuat dengan basa kuat saat ekuivalen, pH = 7 b Asam kuat dengan basa lemah saat ekuivalen, pH 7 Vidio Stoikiometri Vidio Titrasi Asam Basa Postingan Terbaru Lain-nya Bahaya Pornografi Sesungguhnya Secara Detail yang Sangat Amat Perlu Anda Tahu! Asam Basa Penyetaraan Reaksi Redoks Ikatan Ion Karbohidrat Logam Alkali Dan Alkali Tanah Gas Mulia Dan Halogen Nitrogen Dan Oksigen Stoikiometri Reaksi Dan Titrasi Asam Basa Larutan Asam Dan Basa Titrasi asam basa adalah suatu teknik yang digunakan untuk mengetahui konsentrasi suatu larutan asam basa. Langkah kerja yang dilakukan dalam proses praktikum adalah meneteskan titran tetes demi tetes dari buret ke dalam labu erlenmeyer yang berisi titer. Proses dilakukan sampai mencapai keadaan ekuivalen yaitu saat titran dan titer tepat habis bereaksi secara stoikiometri. Pada keadaan ekuivalen dalam proses praktikum titrasi asam basa mencapai titik ekuivalen. Pada saat proses yang dilakukan mencapai titik ekuivalen, maka proses titrasi dihentikan. Dari titik ekuivalen dapat diketahui volume titran yang diperlukan saat mencapai titik ekuivalen. Volume yang dibutuhkan ini kemudian digunakan dalam perhitungan. Apa saja alat yang dibutuhkan pada praktikum titrasi asam basa? Bagaimana langkah kerja praktikum titrasi asam basa? Bagaimana bentuk laporan praktikum titrasi asam basa? Sobat idschool dapat mencari tahu jawabannya melalui ulasan di bawah. Daftar isi Tujuan Praktikum Titrasi Asam BasaLandasan Teori Praktikum Titrasi Asam BasaAlat dan Bahan yang Dibutuhkan pada Praktikum Titrasi Asam BasaLangkah Kerja Praktikum Titrasi Asam BasaHasil Percobaan dan PerhitunganPembahasan dan Kesimpulan Baca Juga Praktikum Kimia untuk Menentukan Perubahan Entalpi ΔH dengan Kalorimeter Adapun tujuan praktikum titrasi asam basa meliputi 1 Menentukan kemolaran atau konsentrasi larutan 2 Mengetahui proses penetralan asam basa dengan metode titrasi3 Memahami dan mengetahui proses kerja titrasi asam basa Landasan Teori Praktikum Titrasi Asam Basa Larutan asam kuat memiliki ion hidrogen H+, sementara basa kuat memiliki ion hidroksida OH‒. Diketahui bahwa asam kuat dan basa kuat dalam air akan terurai sempurna. Sehingga ion hidrogen dan hidroksida dalam proses titrasi dapat langsung dihitung dari jumlah asam atau basa yang ditambahkan. Titrasi adalah sebuah proses untuk menentukan kadar suatu larutan yang belum diketahui konsentrasinya menggunakan larutan standar yang telah diketahui konsentrasinya. Larutan yang akan dicari konsentrasi atau kadarnya pada praktikum titrasi asam basa disebut titrat atau analit. Sedangkan larutan yang telah diketahui konsentrasinya disebut dengan titer atau titran. Larutan yang kosentrasinya telah diketahui titran/titer pada praktikum titrasi asam basa merupakan larutan standar atau larutan baku. Prinsip kerja dari titrasi berdasarkan pada reaksi penetralan yaitu kadar larutan asam ditentukan dengan larutan basa, begitu juga dengan sebaliknya. Langkah kerja dalam praktikum titrasi asam basa dilakukan dengan mengupayakan titran dan titrat habis bereaksi. Pada saat titran dan tirat habis bereaksi memenuhi kondisi mol asam sama dengan mol basa. Titik di mana saat kondisi mol asam sama dengan mol basa disebut dengan titik ekuivalen. Cara menentukan titik ekuivalen dapat dilakukan dengan bantuan indikator asam basa. Indikator ini ditambahkan pada titran sebelum melakukan proses titrasi. Penambahan indikator diusahakan sesedikit mungkin dan umumnya adalah 2 ‒ 3 tetes menggunakan pipet. Perubahan warna saat titran yang telah ditambahkan indikator menjadi tanda bahwa proses yang berlangsung telah mencapai titik ekivalen. Proses titrasi segera dihentikan saat mulai mulai terjadi perubahan warna larutan. Atau dapat dikatakan bahwa kondisi saat terjadinya perubahan warna indikator menjadi titik akhir titrasi. Besar volume titran yang dibutuhkan selama proses titrasi digunakan dalam perhitungan. Hubungan kemolaran larutan asam asa pada proses titrasi pada titik ekuivalen memenuhi persamaan berikut. Keterangan a = valensi asam jumlah ion H+Va = volume larutan asamMa = konsentrasi larutan asamb = valensi basa jumlah ion OH–Vb = volume larutan basaMb = konsentrasi larutan basa Baca Juga Cara Pemekatan dan Pengenceran Larutan Alat dan Bahan yang Dibutuhkan pada Praktikum Titrasi Asam Basa Daftar alat dan bahan yang dibutuhkan pada praktikum titrasi asam terdapat pada daftar berikut. Keterangan dan Sumber gambar 1. Statif dan klem indonetwork; 2. gelas kimia qiano laboratory; 3. burette alatlabor; 4. labu ukur alatlabor; 5. corong gelas medicalogy; 6. Labu Erlenmeyer medicalogy; Alat yang dibutuhkan 1. Buret 1 buah2. Erlenmeyer 3 buah3. Pipet Tetes 1 buah4. Gelas kimia 200 cm3 2 buah5. Labu takar 100 cm3 1 buah6. Corong gelas 1 buah7. Statif Bahan yang dibutuhkan 1. Larutan HCl belum diketahui konsentrasinya 2. NaOH 0,5 M3. Indikator Fenolftalein4. Akuades Baca Juga [Praktiku Kimia] Faktor-Faktor yang Memengaruhi Laju Reaksi Langkah Kerja Praktikum Titrasi Asam Basa Langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan praktikum titrasi asam basa sesuai pada cara-cara berikut. Melakukan pengenceran HCl mengambil larutan HCl sebanyak 5mL, memasukkan ke dalam labu takar 100 cm3, dan menambahkan akuades ke dalam labu takar sampai tanda batas. Mengisi buret dengan larutan NaOH 0,5 M sebanyak 50 mL. Mengambil 10 mL HCl yang telah diencerkan dan masukkan ke dalam labu erlenmeyer. Menambahkan 2 tetes indikator fenolftalein ke dalam larutan HCl pada labu erlemneyer. Melakukukan titrasi dengan cara meneteskan larutan NaOH 0,5 M ke dalam labu erlenmeyer yang berisi larutan HCl dan indikator fenolftalein. Menggoyangkan labu erlenmeyer secara perlahan selama proses titrasi berlangsung. Menghentikan proses titrasi jika larutan dalam labu erlenmeyer telah berubah warna menjadi merah muda dan permanen tidak hilang saat labu erlenmeyer digoyangkan. Mencatat volume NaOH 0,5M yang digunakan. Ulangi percobaan yang sama pada langkah 1 – 8 sebanyak 3 kali. Baca Juga [Praktikum Kimia] Hubungan Koefisien Reaksi dan Jumlah Mol Reaktan Hasil Percobaan dan Perhitungan Dari percobaan yang dilakukan diperoleh hasil yang sesuai seperti pada tabel berikut. Rata-rata volume NaOH 0,5 M yang dibutuhkan pada hasil percobaan digunakan pada perhitungan untuk menentukan konsentrasi HCl. Perhitungan untuk menentukan konsentrasi HCl dilakukan seperti pada proses berikut. DiketahuiValensi asam a = 1Volume asam Va = 10 mLValensi basa b = 1Konsentrasi basa Mb = 0,5 MVolume basa Vb = 10,2 mL Menentukan konsentrasi HCl Ma a × Va × Ma = b × Vb × Mb1 × 10 × Ma = 1 × 10,2 × 0,510 × Ma = 5,1Ma = 5,1/10 = 0,51 M Baca Juga [Praktikum Kimia] Hukum Kekekalan Massa Pembahasan dan Kesimpulan Berdasarkan hasil percobaan dan perhitungan diperoleh bahwa konsentrasi HCl yang digunakan pada praktikum titrasi asam basa sama dengan 0,51 M. Pada awalnya, larutan NaOH dan larutan HCl yang telah ditambahkan indikator dalam kondisi bening. Pada awal proses titrasi belum terjadi perubahan warna pada HCl dalam labu erlenmeyer. Setelah penambahan NaOH 0,5 M mencapai sejumlah 10 mL mulai terlihat adanya perubahan warna larutan HCl dalam labu erlenmeyer menjadi merah muda. Kesimpulan yang dapat diambil adalah titik ekuivalen pada proses titrasi yang dilakukan terdapat pada saat penambahan 10,1 mL NaOH. Kondisi tersebut merupakan titik akhir titrasi yang ditandai dengan adanya perubahan warna larutan HCl dalam labu erlenmeyer. Pada kondisi tersebut, saat ion asam dan basa tepat habis bereaksi atau saat mol asam sama dengan mol basa. Sekian ulasan praktikum titrasi asam basa yang meliputi cara kerja dan contoh bentuk laporannya. Terima kasih sudah mengunjungi idschooldotnet, semoga bermanfaat! Baca Juga 5 Hukum Dasar Kimia

pada titrasi asam dan basa terjadi reaksi